Kamis, 25 Oktober 2012

Dear Mamak (ibu, bunda, mama, mami, sama ajalah :) )


            Mamak. Kata itu adalah panggilan sayangku untuk seorang ibu yang telah mengasuhku dari aku lahir sampai kini aku berusia 15th.
            1994, mamakku menemukan cinta sejatinya yaitu bapakku. Kebahagiaan mamakku nggak Cuma sampai itu saja. Tepat pada bulan Oktober mamak dan bapak menikah dan sampai saat ini masih bersama dan hidup bahagia.
            Aku anak pertama dari tiga bersaudara. Dan putra-putra bapak mamak semuanya pemalu termasuk aku. Pemalu disini dalam artian untuk mengungkapkan rasa sayang antara aku dengan adikku, adikku dengan aku, aku dengan mamakku, aku dengan bapakku, adik dengan aku, dan adik dengan ayah.
            Dalam keluargaku memang jarang terdengar ucapan ‘aku sayang kamu, Nak’ ‘aku sayang kamu, Mak’ ataupun ‘aku cinta kamu’. Namun, pengapresiasiasi rasa sayang lebih terlihat dari tindakan bukan sekedar perkataan.
            28 September 2011 lalu, aku mencoba menulis surat dan sepenggal puisi untuk mamakku.





28 September 2011
Andai Mama Tahu
Andai mama tahu
Aku di sini rindu kan belaianmu
Aku di sini rindu akan pelukmu
Rindu akan kecupanmu di masa kecilku
                                    Ma..jikalau hanya luka yang Uswa beri
                                    Hanya maaf yang bisa aku pinta
                                    Ma..jikalau tangis yang bisa ku buat
                                    Hanya maaf yang bisa ku ucap
Andai mama tahu
Anakmu disini amat merindumu
Anakmu juga menangis tengah malam
Karena ingat dosa kepadamu
                       
                  
 


                                    Ma..apa yang telah mama perbuat
                                    Semua tulus untukku
                                    Apa yang engkau lakukan
                                    Karena sayang kepadaku
Ma..kasihmu tak berujung
Bagai lingkaran penuh
Yang selalu berputar
Terimakasih Mama
                                    Tiadalah semua berguna
                                    Melainkan dengan restu Mama
                                    Doakan Uswa Ma
                                    Supaya kelak menjadi orang yang berguna
                                   
 
 




























Dalam surat itu aku menyampaikan rasa sayang, kerinduan serta ucapan maaf karena aku sebagai anak belum bisa membahagiaan mamak. Dalam surat itu juga aku mengucapkan banyak terimakasih atas doa, bimbingan dan asuhan mamak selama ini.
Mak, ini lanjutan dari surat yang pernah Uswa buat. Surat kedua yang aku  tulis khusus buat Mamak sebagai tanda sayang dan cinta Uswa kepada Mamak.
Mamak adalah segalanya bagi Uswa, walau Mamak nggak tahu seberapa cintanya Uswa kepada Mamak. Mamak adalah peri utusan Allah yang khusus diperuntukkan bagi Uswa. Mamak adalah surga bagi Uswa kelak karena Rosulullah SAW pernah bersabda :”Surga itu di bawah telapak kaki ibu”.
Uswa semakin yakin betapa sayangnya mamak pada Uswa. Ketika surat 28 September yang Uswa berikan untuk Mamak ternyata dibalas dengan penuh cinta dan sayang karena dalam surat itu mamak mengatakan, “Mama tidak meminta apapun dari kamu, Nak. Mama hanya minta jadilah anak yang sholikhah. Amin.” Seketika air mataku tetes ketika membaca balasan surat dari mamak. Betapa tulusnya kasih seorang ibu hingga mereka rela mengorbankan seluruh jiwa raga, harta, nyawa untuk kita tanpa meminta balasan apapun dari kita. Sungguh merasa sangat berdosa ketika aku mengingat kenakalanku kepada Beliau, sosok seorang pahlawan sekaligus peri bagi anak-anaknya.
Tiada kata-kata seindah terimaksih, tiada rasa seindah cinta, tiada ketulusan selain kasih sang Bunda karena sosok bunda adalah cinta kedua setelah cinta kepada Allah SWT. Sedikit kata-kata ini tak cukup untuk mengungkapkan rasa terimakasihku kepada Mamak mengingat jasa Mamak yang besar melebihi besarnya sang Surya, kasih Mamak yang luas melebihi luasnya samudra. Terimakasih Mak atas ketulusan kasih yang Engkau berikan untukku hingga aku berusia hampir 16th.
Cinta bukan hanya sekedar kata-kata, cinta itu segalanya. Cinta membutuhkan pembuktian, perjuangan, dan tindakan yang menggunakan hati untuk melakukannya. Oleh karenanya surat ini Uswa tulis dengan sepenuh hati khusus untuk Mamak. Besok Uswa akan memetik bintang cita-citaku dan kupersembahkan untuk Mamak sebagai bukti cintaku pada Mamak karena aku sangat mencintai Mamak.
Mak, doakan Uswa agar menjadi orang yang berguna bagi nusa, bangsa, dan agama. Doakan Uswa agar cita-citaku menjadi seorang dokter terwujud dan jika kelak Uswa sukses akan aku bawa mamak ke Tanah Suci.