Rabu, 23 Juli 2014

Keikhlasan

Untuk siapapun yang ada di dunia ini, yang sudah memberi rasa, apapun rasa itu, tidak akan ada guna, tidak akan mencapai puncak kebahagiaan, tidak akan bisa mendapat hasil dari rasa yang diberikan kepada apapun rasa itu kecuali sadar dan benar-benar mengetahui sebuah "keikhlasan".

Apalah arti bakti dan cinta kita kepada Allah jika kita tidak ikhlas menjalankan perintahNya, apalah arti kepedulian kepada yang membutuhkan tanpa rasa ikhlas untuk memberi, begitu juga cinta kasih terhadap sesama, tak akan berarti tanpa keikhlasan, ikhlas tanpa mengharap apapun, itulah suatu rasa yang paling tinggi di jagad raya ini. "KEIKHLASAN"
*Janu Ahmad Rifangga

Lapang dada itu bentuknya sempurna bundar. Bukan lonjong, apalagi gompal. Sekali dia penyok, masih ngedumel, masih nyinyir, tidak terima, itu bukan lapang dada.

Ihkhas itu bentuknya sempurna jernih. Bukan kelabu, kusam, apalagi berwarna-warni. Sekali dia berkabut, masih kesal, masih kecewa, tidak terima, itu bukan ikhlas.

Kabar baiknya, hanya kita sendiri yang tahu apakah kita lapang dada dan ikhlas. Kalimat bisa tipu2, ekspresi wajah bisa direkayasa, tulisan bisa palsu, tapi kedamaian hati, hanya kita yang tahu. Damai dan tenteram hanyalah milik orang2 yang lapang dada dan ikhlas.
*Darwis Tere Liye

Ikhlas itu urusan kita kepada Tuhan Allah swt. Sehebat dan sepintar siapapun manusia di dunia ini tak kan mampu menciptakan parameter sebuah perasaan yang satu ini. Mungkin manusia mampu membuat parameter perasaan lain seperti marah misalnya? ketika orang itu berkata kotor, membanting apapun yang ada disekitarnya bisa dikatakan orang itu sedang marah bukan?

Ketika orang itu mau melakukan apapun, mengerjakan apa saja yang ia bisa kerjakan, mengabdi kepada atasan kita, majikan, bahkan pemerintah kita, itu belum dapat dikategorikan ikhlas. Karena boleh jadi orang yang melakukan itu semua untuk mendapat apresiasi "Good Job" dari atasan, majikan dsbnya. Boleh jadi orang itu mengabdi kepada pemerintah setempat karena ingin mendapat "imbalan" atau "gaji" yang setimpal bukan?

Ikhlas itu hanya kita dan Allah yang tahu. Lakukan apa yang bisa kita lakukan, kerjakan selagi kita bisa mengerjakan, bersabar selagi sabar itu masih menjadi perintah, bukan larangan. Selebihnya kita serahkan saja kepada Yang Di Atas.
*Uswatun Hasanah