Minggu, 26 Oktober 2014

Sebuah pernikahan itu....

Sebuah pernikahan yang didasarkan karena Allah akan lebih awet daripada pernikahan yang didasarkan karena cinta.

Berceceran contohnya. Tengoklah kakek nenek kita, orang tua kita yang menikahnya tidak didasarkan karena cinta dalam tanda kutip, melainkan didasarkan atas ibadah dan menjalankan sunah Rasul, justru usia pernikahannya awet sampai nenek kakek
 

Sebaliknya tengoklah layar televisi. Berapa banyak publik figur yang menikah karena cinta sebentar lagi juga akan ada pemberitaan perceraian.
 

Cinta itu bonus yang akan didapatkan setelah pernikahan. Bukankah doa semoga menjadi Sakinah Mawaddah Warahmah didapatkan setelah ijab berlangsung?
 

Jangan kuatir cinta itu pudar, karena sungguh ketika kita telah meniatkan menikah karena yang Maha Cinta, Allah. cinta itu akan tetap ada. Boleh jadi cinta itu melewati pelabuhan yang namanya bosan. Tapi bosan itu akan segera sirna ketika kita mengingat kembali untuk siapa kita bersatu, karena siapa kita bersatu dan siapakah cinta sejati kita:) 

Versi Uswatun Hasanah yang masih berusia 18tahun, Mahasiswa S-1 Pendidikan Kimia 2014.

Selasa, 14 Oktober 2014

Sajak "Gelas Kaca"

Kau tahu Dek gelas disana itu terbuat dari apa
Plastik? Bukan Dek, itu bukan plastik
Gelas disana itu terbuat dari kaca
Yang jika jatuh maka hancurlah sudah

Kau tahu Dek jika gelas itu hancur lantas bagaimana
Kacanya berkeping-keping menjadi banyak bagian
Tak dapat kembali utuh
Sempurna seperti sediakala

Kau tahu Dek, kepercayaan itu ibarat gelas kaca
Yang jika pecah hancurlah sudah
Berkeping-keping tak dapat kembali utuh sempurna

Maka dari itu Dek, jika kepercayaan itu sudah kau genggam
Maka jangan kau lepaskan
Atau kau akan kehilangan
Dan merasakan betapa susahnya mendapatkan kepercayaan

Kamis, 09 Oktober 2014

Angka 20

Happy 20th Birthday ^^
Ciee angka 20 itu sama kayak angka lahirku ciee :D

Jumat, 22 Agustus 2014

Puisi "Kenangan"

Ingatkah kau pada sebuah kenangan?
Jika tak ingat mari ku ajak kau ke belakang sebentar
Hanya untuk menengok
Bukan untuk mengulang

Sttss.. Jangan takut
Tak kan ada yang tahu
Karna ini hanya kita berdua dan Yang Maha Tahu yang mengetahuinya

Ingatkah kau pada sebuah buku kenangan
Mungkin buku tentang perasaan?
Aku sebut ini buku "Our Love Story"

Dalam buku tersebut banyak sekali tulisan
Ingatkah? Masih belum?

Mari kembali tengok lebih ke belakang
Jika ingatanmu tak mengingatkan mungkin hatimu bisa merasakan
Atau jika hatimu sudah tak lagi merasa
Tanganmu akan mulai bergetar
Sebab tanganmu itulah pelaku dari kenangan ini

Duhai kenangan.
Jika ingatan, hati dan tanganmu tak merasakan tak apa
Jika mulutmu tak bergeming juga tak masalah
Dalam kenangan selalu ada bukti
Bukti bahwa harapan itu pernah ada
Bukti bahwa kepastian itu tak pernah ada

Kepastian itu benar-benar tidak pernah ada?
Boleh aku ralat kalimatku barusan?
Bukan kepastian itu tak pernah ada
Kini aku menemukan kepastian itu
Ya.. kepastian kalau kenangan tetaplah kenangan

Selamat tinggal kenangan
Selamat tinggal perasaan
Selamat tinggal harapan
Selamat tinggal perasaan..

Kini our love story telah tamat
Bukan lagi bersambung
Jika kau ingin kembali datang
Mungkin yang kau temui kelak adalah 'rumah ini sudah kosong'
Sudah pindah entah kemana
Terimakasih sudah sempat singgah di sini
Tapi maaf 'rumah' ini bukan tempat kau kembali...

Rabu, 23 Juli 2014

Keikhlasan

Untuk siapapun yang ada di dunia ini, yang sudah memberi rasa, apapun rasa itu, tidak akan ada guna, tidak akan mencapai puncak kebahagiaan, tidak akan bisa mendapat hasil dari rasa yang diberikan kepada apapun rasa itu kecuali sadar dan benar-benar mengetahui sebuah "keikhlasan".

Apalah arti bakti dan cinta kita kepada Allah jika kita tidak ikhlas menjalankan perintahNya, apalah arti kepedulian kepada yang membutuhkan tanpa rasa ikhlas untuk memberi, begitu juga cinta kasih terhadap sesama, tak akan berarti tanpa keikhlasan, ikhlas tanpa mengharap apapun, itulah suatu rasa yang paling tinggi di jagad raya ini. "KEIKHLASAN"
*Janu Ahmad Rifangga

Lapang dada itu bentuknya sempurna bundar. Bukan lonjong, apalagi gompal. Sekali dia penyok, masih ngedumel, masih nyinyir, tidak terima, itu bukan lapang dada.

Ihkhas itu bentuknya sempurna jernih. Bukan kelabu, kusam, apalagi berwarna-warni. Sekali dia berkabut, masih kesal, masih kecewa, tidak terima, itu bukan ikhlas.

Kabar baiknya, hanya kita sendiri yang tahu apakah kita lapang dada dan ikhlas. Kalimat bisa tipu2, ekspresi wajah bisa direkayasa, tulisan bisa palsu, tapi kedamaian hati, hanya kita yang tahu. Damai dan tenteram hanyalah milik orang2 yang lapang dada dan ikhlas.
*Darwis Tere Liye

Ikhlas itu urusan kita kepada Tuhan Allah swt. Sehebat dan sepintar siapapun manusia di dunia ini tak kan mampu menciptakan parameter sebuah perasaan yang satu ini. Mungkin manusia mampu membuat parameter perasaan lain seperti marah misalnya? ketika orang itu berkata kotor, membanting apapun yang ada disekitarnya bisa dikatakan orang itu sedang marah bukan?

Ketika orang itu mau melakukan apapun, mengerjakan apa saja yang ia bisa kerjakan, mengabdi kepada atasan kita, majikan, bahkan pemerintah kita, itu belum dapat dikategorikan ikhlas. Karena boleh jadi orang yang melakukan itu semua untuk mendapat apresiasi "Good Job" dari atasan, majikan dsbnya. Boleh jadi orang itu mengabdi kepada pemerintah setempat karena ingin mendapat "imbalan" atau "gaji" yang setimpal bukan?

Ikhlas itu hanya kita dan Allah yang tahu. Lakukan apa yang bisa kita lakukan, kerjakan selagi kita bisa mengerjakan, bersabar selagi sabar itu masih menjadi perintah, bukan larangan. Selebihnya kita serahkan saja kepada Yang Di Atas.
*Uswatun Hasanah

Rapuh - Opick

detik waktu terus berjalan
berhias gelap dan terang
suka dan duka tangis dan tawa
tergores bagai lukisan

seribu mimpi berjuta sepi
hadir bagai teman sejati
di antara lelahnya jiwa
dalam resah dan air mata
kupersembahkan kepadaMu
yang terindah dalam hidupku

meski ku rapuh dalam langkah
kadang tak setia kepadaMu
namun cinta dalam jiwa
hanyalah padaMu

maafkanlah bila hati
tak sempurna mencintaiMu
dalam dadaku harap hanya
diriMu yang bertahta

detik waktu terus berlalu
semua berakhir padaMu

Memulai suatu hal mungkin terkadang mudah, tapi untuk menjaganya terus berjalan?
Ya Rabb Istiqomah itu susah ternyata :-)

Selasa, 08 Juli 2014

:)

Sekian lama tak bertemu, tak bercakap, tak berkirim kabar, tak berkirim pesan, tak menyapa walau via telfon atau pun jejaring sosial. Dan malam ini melihat senyuman itu dari jarak tak terlalu dekat saja sudah cukup bagiku untuk mengobati rasa rinduku padamu.

Ibarat kemarau panjang yang dihujani gerimis beberapa saat.