Sabtu, 10 Agustus 2013

Sebelas Vs Empat part1

Sebenarnya saya tu mau cerita moment lebaran 1434 H saya dan keluarga. Eh iya sebelum postingan saya dimulai saya mau ngucapin kepada pembaca setia blog saya "Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H mohon maaf lahir dan batin" (versi indonesia) "Sugeng Riyadi sedoyo kelepatan nyuwun pangapunten" (versi jawa).

eh jadi lupa sama tujuan awal ngepos hehehe harap maklum. Ya.. saya sebenernya mau bikin tulisan tentang leberan saya dan keluarga tahun ini, tapi sebelumnya saya mau nulis tentang keluarga besar saya dulu biar para pembaca nggak bingung saat sebuah nama atau banyak nama saya sebut di tulisan Lebaran 1434 H.

Pasti bertanya-tanya ya kenapa postingan saya kali ini saya beri judul nyleneh kayak gitu ahaha maklum orangnya juga rada-rada nyleneh ;-) baca aja deh tulisan saya dibawah ini biar nggak penasaran.

Sebelas

Sebelas disini sebenarnya jumlah saudara Bapak saya, kebayang nggak betapa ramainya dulu rumah Simbah saat kesebelas anaknya ngumpul. Pasti kayak pasar. Heboh ahihi
Ini serius lho guys, Bapak saya tu anak ke-7 dari sebelas bersaudara. Jadi simbah saya kakung bernama simbah Hasyimi beristrikan simbah saya Almh. Mariyah punya sebelas putra sbb : (resmi amat kata-katanya pake 'sbb' segala ahaay)
1. 'Abid. 
Saya lupa nama lengkap pakdhe saya alias anak pertama simbah saya. Dulu pernah sih bapak cerita dan kasih tau namanya tapi karena nggak sering ketemu dan ngobrol (nggak akrab) soalnya pakdhe saya tu menetap di Klaten sebagai pemilik ponpes Fathul Huda, jadi ya beginilah akibatnya hehe. Pakdhe saya ini punya satu istri Budhe Sri dan empat putra satu putri namanya Mas Suyuti, Mas Hanif, Mas Nafi' dan Mbak Hindun. Dari ke empat nama-nama tersebut yang paling nggak akrab tu Mbak Hindun, dianya malu-malu kucing kalo ketemu saudara hehe. Oh iya Mas saya yang namanya Mas Nafi' sekrang sedang menempuh kuliah di Al-Ahzar Kairo Mesir. Semoga cepet lulus dan cepet balik ke Indonesia kakak :)
2. Siti Sukriyah. 
Nah kalo sama Mbokdhe saya yang ini akrab, jadi tau deh nama lengkapnya. Mbokdhe saya ini anak kedua dari pasangan simbah saya tadi. Beliau tinggal di Dusun Sulang, Patalan, Jetis, Bantul. Suaminya bernama Mansyur, berputra Mbak Siti Rohmah dan Mas Yazid. Sebentar  lagi mbokdhe saya ini punya cucu soalnya Mbak Rohmah udah nikah sama Mas Ali dan sekrang hamil. Asiiik punya ponaan ni saya ahihihi.
3. Siti Qoyimah
Heran deh semua anak cewek simbah depannya pake 'siti' hehe but it not a big problem. Mbokdhe saya ini bersuami satu yaitu pakdhe Sahlan, berputra Mas Eko (tapi dari istri pakdhe saya yang pertama dan sudah almarhumah) Mbak Ida Heniyatul Hasanah, MbakVera Mutmainah. Beliau tinggal di Panjangjiwo, Patalan, Jetis, Bantul. sebentar lagi mungkin mbak ida Rabi ahihihi
4. Siti Jami'il. 
Putri ke empat simbah saya ini bertempat tinggal sedusun dengan simbah saya, Mindi, Sumbragung, Jetis, Bantul. bersuami satu tapi sekarang udah cerai. Puk puk mbokdhe *padahal cerainya udah lama banget* dan berputri Mbak Azhar Muflihatul Inayah dan Almh. Dewi Sarah. Eh kok kayaknya sedih ya ceritanya, eits tapi ada kabar gembira nih.. besok 18 Agustus mbak Ina mau nikah sama mas Pebri, ciee selamat ya Mbak :D
5. Siti Mujadah. 
Ada cerita spesial disini *ehem. Mbokdhe saya ini punya pasangan yang Zuhudnya subhanallah, beliau bernama Jawahir. Pakdhe saya ini nggak pernah makan nasi, ngajinya, bee top markotop, kemana-mana naik sepeda, tapi ada tapinya, sosialisasinya kayaknya sih agak minus nggak nyambung gue kalo diajak ngomong hehe. Stop stop sekarang bicarain anak emas dari Mbokdhe saya, mbokdhe saya punya dua anak emas yakni Mbak Birrul Qodriyah yang sekarang kuliah di fakultas kedokteran ugm jurusan keperawatan dan prestasi yang belum lama didapet ialah Mapres nomor 1 UGM, bayangpun! subhanallah. Mbak Birrul ini famous, alumni SMA 2 bantul, tapi nggak sefamous saya kalo dalam prestasi -__- ngaku kalah deh gue huhu. Putri yang kedua bernama Mbak Irma Nafsyihati, baru duduk kelas 3 di SMP N 1 Imogiri, tapi dalam prestasi turun temurun deh sama mbak Birrul hehe.
6. Syaiful. 
Sepurane nggeh pakdhe, kulo kesupen asmonipun panjenengan hehe. Pakdhe Syaiful atau kerennya tu saya manggil Pakdhe Dul (nah ini tu saya ambil dari nama lengkapnya, ada dul dul nya tapi lupa, asli lupa bener, maaf) beristri satu Budhe Umi atau kerennya dipanggil Buk Umi. Pakdhe dan budhe saya tinggal di Sawahan, Sumbragung, Jetis, Bantul. sayangnya beliau belum dikaruniai putra *i'm sorry to hear that* tapi tetep tegar dan sabar. Beliau mengasuh anak dari adiknya Buk Umi. Mas Ahmad Trengginas Kautsar. Doa : Semoga segera punya momongan pakdhe, budhe :)
7. Kharis Hanura
Ciee ciee nama putra ke-7 pasangan simbah saya namanya seperti nama partai sekarang ya 'HANURA'. eh ini tu bapak saya lho padahal, ngapunten pak hehe. Istri bapak Kharis ini bernama Ibu Bakdiyah, ibu saya ini.. tapi saya panggilnya 'mamak' biar ndeso tetep kece dong panggilannya ahaha. Bapak dan Ibu saya menikah bulan Oktober 1994 dan tahun 1996 Januari lahirnya putri tercantiknya Uswatun Hasanah (saya sendiri) dan di tahun 1998 bulan Juli menyusullah adik saya Ja'far Shodiq lahir ke dunia. Baru di tahun 2006 (jaraknya cukup lama ya) lahirlah putra ke-3 yang insyaallah ragil bernama Ahmad Firdaus Al-Hakim. Nama adik saya yang ke-2 ini banyak perdebatan lho. Dulu bapak sempet mau kasih nama Bagus Lindu Aji, ih ndeso banget dan kasihan banget kalo adekku jadi punya nama itu, eh eh. terus sempet juga ada Yusuf Yusufnya tapi setelah sekian lama berdebat akhirnya Ahmad Firdaus Al-Hakimlah yang dirasa cocok.Eh iya lupa kami tinggal di dusun Wonokromo I, Wonokromo, Pleret, Bantul, Yogyakarta, RT 4 selatan SD Muhammadiyah Wonokromo 1. *lengkap sekali haha*
8. Khoiru Zamanudin
Pegel juga nih ngetik banyak banget. Singkat aja ya, om saya ini kaya lho, punya putra 3 dan putri satu. Yang pertama Muhammad Najib, yang kedua Silvi, ketiganya Hamid dan ke empatnya Nuril. Nama lengkapnya nggak tahu semua padahal dulu tutup bancaannya yang anak ketiga keempat sempet baca lho ahihihi.
8. Mukhlis Khusnul Khotimatus Syarif
Nama yang paling panjang diantara sebelas bersaudara dan paling kece, bermutu. Kayaknya ahihihi. Hafal banget sama nama om saya ini (lega setelah dari tadi pakdhe budhe sekarang berpindah om lek tante dan kawan-kawannya ahaha) soalnya rumahnya cuma utara rumah saya. Istrinya juga satu, namanya Ngatinah (nama om saya kece abis tapi lek saya ini kurang kece pemirsah) eits, tapi ada panggilan yang kece buat Lek saya ini. Buk Ninah atau saya manggilnya Lek Tinah, keren kan ? :D Om saya ini kaya banget juga lho, anaknya aja 5 mamen. Yang pertama Ayu Musdalifah, selain saudara ini juga sohib dan sahabat sepanjang abad deh. Kedua Putri Dewi Hajar, bee orangnya kemayu tapi cantik *aseek*, yang ketiga Mar'atus Sholikhah. Yang keempat ini harap harap-harap cemas dulu pas nglahirin doanya semoga cowok, semoga cowok, eh akhirnya cowok beneran sebut saja Cholil, lengkapnya Ahmad Cholil Kholifatur Rohman (nama yang kece dan panjang kayak bapaknya). Yang kelima ini nih juga jagoan, namanya Alif Nur Muhammad.
10. Agus Al-Isra'
Ini om gue yang paling keren. Masih jiwa muda mamen. Nyabung kalo ngobrol tu, update banget sama berita. Dulu pas mau nikah tu ya sempet gue godain sama mbak vera. Lucu deh. Dulu om saya ini tinggal dan kerja di Tangerang. Setelah beristrikan Bulek Listiyani dan berputara Ahmad Muflihul Hasani dan berputri Laila Janzabila tahun 2013 ini bertepatan dengan Ahsan (Hasani) masuk SD kelas 1 om saya dan keluarga menetap di Wonokromo, tapatnya belakang rumah om mulkis atau barat laut rumah bapak Kharis Hanura.
11. Riyadhus Sholikhin
Akhirnya sampe juga di sebelas yang terkahir alias anak ke sebelas dari simbah saya. Om yang kerennya dipanggil om Dho ini punya dua putri, Laduni (panjangnya lupa serius) dan Manna Qurrotaa'yun Lababah. Tinggalnya deket simbah. cuma utaranya :)

*bersambung di part2. pegel ngetiknya hehe :D

Kamis, 01 Agustus 2013

Cerita Mutiara

"Menemukan mutiara di toko perhiasaan itu hal biasa, akan luar biasa jika menemukan mutiara di kubangan air limbah"

Kata-kata sebagai pembuka pagi ini di status facebook saya. Sebenarnya kata-kata itu udah lama banget aku pegang dan aku camkan dalam hati. Ini menyangkut salah satu temen yang notabene bukan seorang yang 'alim tapi amat sangat luar biasa bagiku. Sebut saja dia Paijo.

Sebelum masuk pada inti dari kata-kata itu saya mau menceritakan cerita fiksi menyangkut hal tersebut.

Dulu di sebuah desa yang terdiri dari Toko Perhiasan nan megah dan sebuah pabrik yang menghasilkan kubangan air limbah amat menjijikkan tinggallah dua orang yang bernama Besi dan Ferrum. Dua orang ini tinggal berseberangan, si Besi tinggal di air limbah dari pabrik yang kotor, bau dan amat menjijikkan sedangkan Ferrum tinggal di Toko Perhiasan yang bersih dan wangi. Sutu saat si Besi main ke tempat Ferrum dan cerita banyak mengenai tempat tinggalnyayang kumuh dan sangat kootr. Ferrum mendengarkan dengan pura-pura prihatin namun senyumnya tak dapat menipu bahwa dalam hati dia berkata "salah sendiri nggak mau pindah ke lingkungan yang bersih dan nyaman....." belum berakhir kata-kata yang diucapnya dalam hati, tiba-tiba Ferrum berkata agak keras 

"...Tapi aku heran deh sama kamu, kok kamu nggak karatan dengan lingkungan yang buruk dan kotor seperti itu?"

"Yaa.. mungkin karena aku punya iman yang akan menjagaku tetap mengkilat dan tidak berkarat. Aku tidak terpengaruh dengan lingkungan yang kotor dan buruk Eh..maukah kau mengunjungi tempatku dilain waktu?"

Keesokan harinya si Ferrum yang bersih dan terbiasa dengan lingkungan bersih serta nyaman berkunjung di tempat Besi yang kotor, bau dan menjijikkan. Setelah lama membicarakan lingkungannya yang bersih dan sedikit tersirat rasa sombong dalam ceritanya Ferrum pamit untuk pulang.

2 harikemudian Ferrum terpengaruh lingkungan si Besi. Mungkin besi tidak punya cukup iman untuk tidak terpengaruh lingkungan buruk dan kotor tempat Besi berasa. End

Ada yang bisa mengambil kesimpulan dari ceruta fiksi saya diatas?
Yaudah deh saya jelasin aja :)
Jadi gini lho si Besi itu ibarat orang yang tinggal di lingkungan kotor, anak mudanya maksiat, judi, kawan-kawannya mabuk-mabukan, madon dlsb. Namun iman orang tersebut cukup kuat untuk tidak terpengaruh lingkungan yang seperti itu. Dan mungkin sudah terbiasa dengan hal-hal itu dan mampu mengambil pelajaran dari kejadian dilingkungannya sehingga dia pandai untuk beradaptasi. Sebaliknya si Ferrum itu ibarat orang yang terbiasa dengan lingkungan yang bersih dan nyaman. Anak mudanya senang mengaji, rajin berjama'ah, kawan-kawannya rajin sembahyang, penghafal al-Qur'an dlsb. Mungkin karena dia sudah terbiasa dengan lingkungan yang baik dan amat baik, namun kurang imannya dan kurang terbiasa menghadapi lingkungan yang notabene kotor dan buruk, tak bisa beradaptasi dengan benar dan akhirnya berkarat.

Fiksi saya diatas terinspirasi oleh salah satu teman saya, Paijo yang saat ini sedang menghafal QS. Al-Baqarah sudah sampai ayat ke 29. Semoga lancar dan selalu mendapat kemudahan dalam hafalannya. Jadilah Hafidz dan kelak jadilah imam yang baik untuk istrimu serta ayah teladan bagi anakmu. Amin

Karena nama besi ataupun Ferrum tidak cocok dan kurang indah untuk dirangkai menjadi kata-kata maka saya subtitusikan menjadi mutiara. Dan mutiara yang luar biasa itu adalah kamu, Paijo.

Dari tanggal 1 Agustus dan baru bisa saya selesaikan
dini hari 2 Agustus 2013 :)

Sabtu, 13 Juli 2013

Kontra dan Berbeda

Berbeda pendapat itu lumrah, tiap pribadi punya pendapat dan argumen masing-masing
Tapi saat kita berada dalam posisi kontra apa yang akan dilakukan.... (?)


*bersambung quotanya habis hehe

Jumat, 12 Juli 2013

Positif thinking

"Nggak semua orang mengerti apa yang kita tulis, pun apa yang kita tweet ke jejaring sosial"

"Hal itu pula yang harusnya jadi pembelajaran kita. Nggak bisa kita 'mutusi' apapun yang orang-orang tulis, pun yang di tweetkan di jejaring sosial"



Hal yang perlu kita lakukan adalah positif thinking (khusnudzon)

Jumat, 05 Juli 2013

:)

"Saat mata ini berani menatap sejenak matamu 

dan hati tak lagi bergetar"

Lepaskan. ikhlaskan, doakan :)

Hari ini lagi pengen muas-muasin melupakan semuanya..Baru tadi sore ngepos malam ini udah bikin postingan baru lagi. Gimana enggak, harusnya hari ini tu aku bahagia men soalnya Punk The Ladies bisa main bareng lagi, yang biasanya sibuk masing2 tadi bisa luang semua dan bisa semua personil kumpul.Namun semuanya berubah. Kebahagiaan yang baru aja didapatkan harus terbasuh dengan bulir-bulir air mataku dan ini semua gara-gara jejaring sosial yang namanya Facebook. Sumpah ya dari foto yang ada difacebook aja bisa bikin nangis huhu :'( *ambil tissu*. Seperti yang udah saya katakan di postingan saya sebelumnya (klik bagi yang belum baca Lima Juli Lima Sekawan) bahwa hari ini tu tanggal yang mungkin sulit banget enyah dari ingatanku. Dan benar kan harus ada air mata di tanggal ini... hiks
Sedihnya malam ini berawal dari foto dan rasa kecewa yang amat sangat sebenernya. Tapi uswa nggak boleh dendam, bukankah sebaik-baik pembalasan ialah dengan tidak membalasnya. Karena hanya Allah yang berhak untuk membalasnya :)Bersikaplah dewasa uswa. Lepaskan, ikhlaskan, doakan :)
Sebagai hiburan ini lagu pas banget buat suasana hatiku malam ini
Adera - Melewatkanmu
Melewatkanmu di lembaran harikuSelalu terhenti di batas senyumanmuWalau berakhir cinta kita berduaHati ini tak ingin dan selalu berdusta

Lupakanmu takkan mudah bagikuSelalu ku coba namun aku tak mampuMembuang semua kisah yang telah berlaluDi sudut relung hatiku yang membisu ku merindukanmu

Harusnya ku telah melewatkanmuMenghapuskanmu dari dalam benakkuNamun ternyata sulit bagikuMerelakanmu pergi dari hatiku

Selalu ingin dekat tubuhmuNamun aku tak bisa karena kau telah bahagia

Harusnya ku telah melewatkanmuMenghapuskanmu dari dalam benakkuNamun ternyata sulit bagikuMerelakanmu pergi dari hatiku (hatiku)

Selalu ingin dekat tubuhmuNamun aku tak bisa, namun aku tak bisaKarena  kau tlah bahagia

Saatnya untuk fokus dan bangkit. Cukup hari ini aja dan besok akan berjalan baik-baik saja dan normal kembali, tetap teman :)

Lima Juli Lima Sekawan

Kenapa saya memilih judul "Lima Juli Lima Sekawan" jawabannya simple. Tepat ditanggal lima ini Lima sekawan yang jarang bisa kumpul dan main bareng akhirnya bisa main bareng lagi. Uyee \m/
Biasanya kalo Uswa bisa Coteng nggak bisa, kalo coteng bisa uswa nggak bisa, kalo uswa bisa desy nggak bisa. Pokoknya gitu2 aja deh siklusnya, jadi sulit banget untuk main berlima lagi kayak dulu (jaman alay dan bak kimcil2 itu lho kawan2 hahaha tapi kita tetap santriwati :P). Setelah berunding dan mengadakan musyawarah *lebay*, akhirnya diputuskan untuk main pas libur UKK dan sebelum puasa. Agak sedikit maksa ini tu pokoknya harus disempet2in.

Jeng jeng... akhirnya semalem si isna sms kalo jadinya kita ke Pantai Pasir Putih jum'at 05 Juli 2013 kumpul jam 06.00 di rumah isna. Siap grak kalo aku mah :D

Paginya gue kesiangan bangun *aissy* tapi nggak papa masih jam 5an kok. Setelah selesai solat subuh langsung mandi cus jemput desy yang rempongnya minta ampun (dia yang paling niat lho, main kita kali ini semacam piknik kali ya dimatanya hahaha). Setelah personil lengkap kita segera tancap gas menuju Pantai Pasir Putih yang sebelumnya diawali dengan debat berkepanjangan mau kemana kita pergi.

Setelah kurang lebih 2 jam perjalanan akhirnya kita sampai di Pantai Ngobaran, Wonosari. Parkir motor --> jalan --> cari tempat teduh --> buka bekal masakan Bu Pipin --> main air --> foto-foto --> foto lagi --> lagi dan foto lagi. Saat lagi asik2nya foto tiba-tiba ada anak UGM nyamperin, cowok kecil yang nyebelin sebenernya, sok akrab sok kenal dan masih banyak sok sok yang lain. Tapi kita jadi ngerti bahwa ternyata pantai yang kita pijak ini adalah Nguyahan dan yang diatas sana baru Ngobaran hahahaha soktoy semua deh :P makasih mas infonya :)

Nyelip sebuah kenangan bentar. Disela-sela main2 kita berlima aku KSBB nih hiks :'( *lebay lebay wuoy* pantai ini tu mengingatkan aku akan seseorang. Dan kebetulan banget ini tu tanggal jadian kita dulu hwaa :'( tapi ini saatnya uswa seneng-seneng  bukan KSBB *ngusap air mata* cup cup :)

Dan petualangan hari ini diakhiri dengan makan gratis tentunya ahaha. Selamat buat Ayu Musdalifah yang udah keterima di ISI Yogyakarta dengan jurusan yang sesuai dengan keinginan, Televisi :)


Lima Juli tanggal mungkin sulit terenyahkan, Lima Sekawan (Ayuk, Desi, Khoir, Isna, Uswa) pasti sulit terlupakan :)