Jumat, 23 Agustus 2013

Item kecil polos

Malam ini seperti biasa aku mengajar santri-santri murid TPA Al-Hidayatul 'Ulum. Oh iya aku belum cerita ya kenapa bisa yang rumahku di Wonokromo bisa ngajar TPAnya di tetangga desa. Ada temen yang ngajak. Awalnya untuk mengisi waktu kosongku libur ngaji nahwu sorof di langgar. Tapi ketagihan untuk ngajar dan ngjar. Pekerjaan yang ikhlas dan aku bisa dengan tulus berbagi serta melihat senyum polos banyak anak-anak. Selalu menyenangkan melihat senyum anak-anak dimana di tangan kitalah masa depan mereka akan dibentuk.

Dulu.. Dulu sekali aku mengagumi sosok lelaki itu. Sempet deket. Deket banget malah. Pernah dalam sebuah percakapan via SMS aku sempet bilang "pengen deh liat kamu berkostum ala pesantren dengan baju koko, sarung dan peci" dan terkejutnya saya saat mengetahui bahwa dia tak punya peci. Sepulang rapat PMR kalo nggak salah. Dan hari itu hari jum'at aku bersama temanku mampir di sebuah toko busana hanya untuk membelikan dia sebuah peci sesuai keinginan. Item polos dan bukan kopyah.

Suatu saat ketika ngajar di TPA aku lihat si kecil item polos itu dikenakan. Ya Tuhan betapa bahagianya saat itu. Seorang wanita memang akan sangat bahagia saat mendapat penghargaan.

Dan malam ini kostum yang dulu pernah aku minta dari dia baru aku lihat. Peci, sarung. Hanya satu yang kurang. Baju Koko'. Tak apalah hampir mendekati permintaan. Satu yang masih mengganjal dalam hati kecilku yang tak dapat aku sembunyikan. Kau kemanakan si item kecil polosmu ?